Dongeng, “Kucing yang pergi ke bulan untuk mengambil susu”

Alkisah ada seekor ibu kucing dan 4 ekor anaknya. Ibu kucing memelihara anaknya dengan baik dan memberi mereka susu lembu yang padat gizi setiap hari.

Namun, pada suatu hari terjadi kesusahan. Lembu yang dipelihara oleh petani bersama kucing-kucing tidak lagi menghasilkan susu.

Suatu malam, ibu kucing yang sedang kesusahan duduk bertinggung di atas atap kandang anjing dan berpikir bagaimana cara mendapatkan susu. Sang anjing yang kemudian mengetahui kesusahan ibu kucing mengatakan tempat dimana dia bisa mendapat susu lembu.

“Coba lihatlah bulan itu, terlihat apa di dalam bulan?” tanya anjing.

“Terlihat sepasang kakek nenek sedang membawa ember kayu,” kata ibu kucing.

“Kamu bisa menebak apa isi ember kayu tersebut?”

“Barangkali…susu lembu?”

“Betul. Kalau ingin mendapat susu, sebaiknya kamu pergi ke bulan!”

Ibu kucing melompat dengan senang menuju ke bulan. Di perjalanan ia bertemu dengan seekor babi, ayam jago, dan sapi. Mereka tertarik dengan cerita ibu kucing perihal adanya susu di bulan. Keempat ekor binatang itu berlari menuju ke bulan.

Di tengah perjalanan, babi menjadi sangat lelah, ayam jago takut mendengar lolongan rubah, dan sapi gelisah. Mereka satu per satu kembali. Tinggallah ibu kucing sendirian.

Ibu kucing tidak putus harapan. Ia melanjutkan perjalanan melewati hutan, menyeberangi rawa, melampaui padang rumput dan bukit. Hingga akhirnya ia sampai di padang rumput yang luas. Di sekitarnya fajar sudah menyingsing, tidak terlihat bulan.

“Bulan pergi ke mana, ya..?”

Ibu kucing melayangkan pandangan ke rumah petani di seberang. Di sana ada kandang sapi. Dari belakang kandang sapi tiba-tiba mulai bercahaya. Matahari pagi terbit. Ibu kucing berlari menuju kandang tersebut.

Di dalam kandang sapi ternyata ada jambangan besar yang diisi penuh dengan susu. Ibu petani menawarkan ibu kucing untuk minum susu tersebut dan ia memperbolehkan anak-anak kucing untuk datang ke pertanian miliknya.

Begitulah ibu kucing dan 4 ekor anaknya hidup di pertanian tersebut selama-lamanya.

Ibu kucing percaya bahwa kesabaran, kegigihan, dan sifat pantang menyerah pasti akan membuahkan hasil. Sampai sekarang ibu kucing percaya bahwa susu tersebut datang dari bulan. Kalau tidak mengejar bulan dengan sabar, ia tidak mendapatkan susu.

13 anak dari PAUD Anggrek Rawamangun sangat antusias mendengarkan cerita yang dibawakan oleh kak Ria tentang ibu kucing yang pergi ke bulan untuk mengambil susu. Di akhir cerita, Kak Ria memberi pesan kepada mereka agar memiliki sifat pantang menyerah ketika memiliki suatu impian.

Kegiatan kunjungan ke Pustaka Mangkal dilakukan rutin setiap bulan dari PAUD dan TK sekitar lingkungan Yayasan Pustaka Kelana. Dengan kegiatan mendongeng, anak-anak diajarkan mengenai karakter-karakter baik yang disampaikan melalui cerita yang menarik dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini pun ditanamkan semangat untuk gemar membaca agar kelak ketika mereka dewasa akan menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat.

Senangnya sehari bersama adik-adik dari PAUD Anggrek.

Salam Literasi!